Keutamaan Doa Mustajab Adzan Dan Iqamah Dalam Islam

Doa adalah salah satu yang kita butuhkan untuk mendekatkan diri dan memohon kepada Allah SWT. Salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa ialah di antara adzan dan iqamah. Karena hal tersebut jelas pada ayat berikut

Doa Mustajab Adzan Dan Iqamah

Keutamaan Doa Mustajab Adzan Dan Iqamah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَة

“Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menshahihkannya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Misykah al-Mashabih, no. 671)

Dan pula terdapat tambahan lafadz perintah berdoa dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Ahmad sebagai berikut:

إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, maka berdoalah kalian”. (Syaikh Sy’aib al-Arnauth berkata: isnadnya shahih)

Di dalam ayat tersebut Imam Al-Shan’ain dalam subul al salam yang berkata. “Dan hadits ini menunjukkan dikabulkannya doa di tempat-tempat ini. Ini berlaku umum untuk semua doa dan karena tidak ditolaknya bukan berarti diterima atau dikabulkan doa tersebut”.

Serta harus diikat dengan keterangan pada beberapa hadist lainnya. Yaitu selama dia tidak berdoa dengan suatu dosa atas memutusnya silaturahim

Imam al-Syaukani dalam Nailul Authar berkata,

“Hadits tersebut menunjukkan dikabulkannya doa di antara adzan dan iqomah secara mutlak. Dia diikat dengan keterangan selama doa tersebut tidak berisi dosa dan memutus silaturahim, sebagaimana tertera dalam beberapa hadits shahih.”

Apakah doa tersebut hanya berlaku bagi orang yang berada di masjid saja?.

Pada dasarnya doa dapat dilakukan dimana saja dan keutamaan doa diantara adzan dan iqamah tidak. Hanya di khususkan bagi orang – orang yang beribadah di masjid saja. Hadist ini hanya menjabarakan bahwa waktu antara adzan dan iwamah ini termasuk waktu – waktu mustajabah atau waktu dikabulkannya doa. Maka barang siapa yang menyempurnakan syarat – syarat terkabulkannya doa dan berdoa pada waktu tersebut. Maka sangat di harapkan doanya akan terkabulkan baik ia berada di masjid maupun tidak sedang berada di masjid.

Dengan begitu berarti ini juga berlaku bagi kaum hawa yang berada di rumahnya.

Apabila ia mendengar adzan, lalu ia berdzikir sesudahnya dan ditambahan dengan doa yang dikehendakinya. Maka Insya Allah doanya tersebut akan dikabulkan.

Hadits dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu menguatkan keterangan di atas, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا نَادَى الْمُنَادِي فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَاسْتُجِيْبَ الدُّعَاءُ

“Apabila pemanggil memanggil (muadzin mengumandangkan adzan) maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa.” (HR. Abu Awaanah dalam musnadnya, Imam Al-Hakim dalam Mustadraknya, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shaghiir, no. 803)

Al-Munawi berkata, “Apabila pemanggil memanggil, maksudnya: muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat. Allah mengabulkan doa orang yang berdoa saat itu, karena ia termasuk waktu ijabah (pengabulan doa).

Dan karena itu marilah kita memanfaatkan waktu yang mustajab antara adzan dan iwamah ini untuk memunajatkan doa kepada Allah. Dan untuk setiap muslim berharap doa kita akan dikabulkan khususnya saat adzan dan iqamah. Yang termasuk waktu mustajab dalam pandangan hadist yang sudah di bahas. Dan ada juga waktu mustajab untuk berdoa lainnya seperti saat hujan dan sujud shalat.

Keutamaan Doa Antara Adzan Dan Iqamah

Antara adzan dan iqamah ialah waktu yang terbaik untuk terdiam diri sambil berdoa dan menyebut nama Allah. Waktu tersebut yang merupakan satu waktu terbaik sebab menjadi jarak untuk menunggu shalat dan waktu untuk mendekat pada Allah. Sebab itu dianjurkan untuk memperbanyak doa yang sebab terdapat keutamaan doa antara adzan dan iqamah sebagai berikut.

Doa Yang Tidak Tertolak

Berdoa di waktu antara adzan dan iqamah akan di kabulkan dan tidak tertolak sebab. Yang merupakan waktu mustajab dan merupakan wujud dari kasih sayang. “Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad 3/155. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Penuh Kebaikan

Sa’ad Ad Daud bahwasanya Syaikh rahimahullah setelah melakukan shalat sunnah dua raka’at. (Antara adzan dan iqomah), Syaikh Sa’ad ingin mengajukan suatu pertanyaan pada beliau rahimahullah. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah lantas menjawab, “Wahai Sa’ad, ingatlah bahwa do’a antara adzan dan iqomah adalah do’a yang tidak tertolak”.Jelas bahwa waktu tersebut yang merupakan waktuyang penuh kebaikan yang bisa di lakukan oleh sholeh yang memahami.

Waktu Terbaik

“Kebanyakan manusia malah meninggalkan do’a antara adzan dan iqomah. Menyibukkan diri dengan berdo’a dan berdzikir, itu lebih afdhol (lebih utama). Karena do’a yang dituntunkan pada waktu tertentu tentu lebih utama dari do’a yang dipanjatkan di tempat lain”. Waktu tersebut memang jauh lebih baik jika di gunakan untuk berdoa di bandingkan dengan meninggalkan dan melupakan kepda Allah. Yang selalu menunjukkan tanda kasih sayang kepada hambanya dengan memberikan waktu yang terbaik untuk berdoa.

Sunnah Rasulullah

Sungguh berdo’a antara adzan dan iqomah tidak tertolak, maka pergunakanlah untuk berdo’a.” (HR. Ahmad). Yang meruapakan sunnah dari Rasulullah untuk berdoa antara adzan dan iqamah yang memang waktu mustajab. Karena hal ini akan memberikan banyak kebaikan sebagai kasih sayang yang di berikan Allah. Sebab menjadi waktu yang dekat antara seorang hamba dengan Allah.

Shalat Tepat Waktu

Menunaikan ibadah pada waktunya yang sudah ditentukan, meski bersamaan dengan itu harus menerjang yang makruh atau bahkan yang terlarang. Adalah lebih afdhol dan lebih utama daripada menunaikannya di luar waktunya, meski tanpa terterjang tindakan yang makruh atau terlarang. Karena waktu adalah syarat terpenting dalam ibadah. (Al-Mufadholah Fil ‘Ibadaat, hal. 989). Yang jelas bahwa doa antara adzan dan iqamah akan berdampak baik menjadikan shalat. Di waktu yang tepat dan disiplin yang meruapakan amalan yang di sukai oleh Allah.

Bila Dilakukan Dimanapun

Baik dia sedang berada di masjid atau di luar masjid. Demikian doanya para wanita yang sholat di rumah juga terijabahi, bila ia berdoa pada waktu tersebut. (Anas bin Malik). Tidak hanya di masjid saja doa akan dikabulkan, orang yang menjalankan shalat. Di rumah dan berdoa di waktu ijabah tersebut juga akan dikabulkan doanya.

Wujud Syukur

Doa antara adzan dan iqamah yang meruapakan wujud syukur sebab di berikan kesembatan kepada Allah untuk bisa bertemu. Dan menjalankan shalat sehingga amat rugi jika ada seseorang yang menunda nunda waktu shalat. Padahal ia mampu segera melakukannya dan shalat di waktu yang tidak tepat sebab ia termasuk orang yang pemales dan lalai.

Jauh Dari Malas

Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu. Maka ampunilah aku” Jami’ul Ahadits, juz IV, hal. 250. Doa menjauhkan dari rasa malas sebab menjadikan seorang hamba terus mengingat. Allah sehingga ia terlindung dari hawa nafsu yang mengarahkan pada keburukan dan kemalasan,

Dilindungi Dari Syetan

Dianjurkan untuk membaca doa ayat kursi agar terlindung dari syetan. “Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya. Tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya?. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Berlaku Dalam 5 waktu Shalat

Imam An Nawawi mengatakan: “Adzan dan iqamah disyariatkan berdasarkan nash-nash syariat dan Ijma’. Dan tidak disyariatkan (adzan dan iqamah ini) pada selain shalat lima waktu, tidak ada perselisihan (dalam masalah ini)”. Doa antara adzan dan iqamah bisa dilaksanakan sesering mungkin waktu shalat yakni dalam. Shalat 5 waktu dan semuanya tanpa terkecuali merupakan waktu yang baik dan agung untuk berdoa.

Kebiasaan Orang Sholeh

Kaum muslimin dahulu ketika datang ke Madinah berkumpul, lalu memperkirakan waktu shalat tanpa ada yang menyerunya. Hingga pada suatu hari mereka berbincang – bincang tentang hal ini. ebagian mereka berkata “gunakan saja lonceng seperti lonceng Nashara”. Dan sebagian menyatakan “gunakan saja terompet seperti terompet Yahudi”. Maka Umar berkata: “Tidakkah kalian mengangkat seseorang untuk menyeru shalat?” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Wahai, Bilal. Bangun dan serulah untuk shalat.”. Doa antara adzan dan iqamah sudah menjadi kebiasaan orang sholeh sejak terdahulu.

Sunnah Rasul

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Pulanglah kalian dan tinggallah bersama mereka, dan ajarilah mereka (agama Islam) serta shalatlah kalian. Apabila datang waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian beradzan. Dan orang yang paling dituakan mengimami shalat kalian”. Jelas sekali bahwa Rasulullah memerintahkan untuk adzan sehingga di waktu setelah adzan. Dapat dilakukan doa dan dapat menjadi waktu yang mustajab sambil menunggu waktu shalat wajib. Baca juga berdoa setengah hati

Pahala Mendengan Adzan

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kalian mendengar adzan, maka jawablah seperti yang disampaikan muadzin. [Muttafaqun ‘alaihi]. Tentunya ketika berdoa sebelumnya mendegarkan adzan terlebih dahulu dan menajwab. Adzan tersebut sehingga mendapatkan pahala yang berlipat lipat dan doa yang diijabah.

Kebaikan Menunggu Waktu Shalat

Kami, dahulu memberikan salam kepada Nabi dalam keadan Beliau shalat dan Beliau membalasnya. Ketika kami kembali dari negeri Najasi, kami memberi salam kepada Beliau dan (Beliau) tidak menjawab salam kami dan berkata: “Sesungguhnya dalam shalat adalah satu kesibukan”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Doa antara adzan dan iqamah adalah amalan kebaikan yang mulia sambil menunggu waktu shalat tiba. Sehingga waktu sela tersebut tidak berlaku dengan sia – sia melainkan berlalu dengan tetap berisi pahala dan amalan kebaikan. Sehingga sepanjang hari dapat melakukan banyak kebaikan dan menghindari diri. Dari segala perbuatan buruk yang sia – sia dan membawa kepada keburukan dunia dan akhirat.

Shalawat Untuk Rasulullah

Dari Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash, ia mendengar Nabi SAW bersabda. “Jika kalian mendengar muadzin, maka jawablah seperti apa yang ia katakan. Kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku al wasilah. Karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak sepatutnya, kecuali untuk seorang hamba Allah; dan aku berharap, (bahwa) akulah ia. Barangsiapa yang memohonkan untukku al wasilah, maka akan mendapat syafaatku. [HR Muslim].

Dalam adab berdoa tentunya ada sala satu cara dengan memabca shalawat Nabi. Karena hal itu bisa diterapkan yakini mengawali dengan ahalawat sehingga doa akan lebih diijabah dan mendapatkan balasan dari. Rasulullah sehingga di akhir nanti jauh dari segala keburukan sebab mendapatkan. Syafaat di tambah yang dikabulkan den di dengarkan langsung oleh Allah. Baca juga tasyahud akhir

Ketenangan Hati

Maka mendapatkan syafaatku pada hari kiamat. [HR Al Bukhari]. Ketenangan hati akan didapatkan tidak hanya di dunia saja namun juga di akherat yakni hingga akhir nanti sebab sepanjang hidup. Selalu berdoa dan memohon kebaikan dari Allah sehingga ia termasuk orang orang. Yang beruntung dan mudah mendpaatkan kasih sayang dari Allah dan Rasul.

Dekat Dengan Allah

Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah mengatakan, “Namun dituntunkan jika bisa menggabungkan. Antara berdo’a dan membaca Al Qur’an kala itu. Alhamdulillah jika keduanya bisa dilakukan sekaligus”. Hal ini merupakan pendapat para ulama yang menyatakan bahwa jauh lebih baik jika bisa membaca ayat Al Qur’an. Sekaligus berdoa sehingga kebaikan yang dilakukan lebih banyak dan menjadi lebih bermakna serta lebih banyak mendapat kebaikan dari Allah. Namun hal ini hanya anjuran saja, semuanya dilakukan sesuai kemampuan mengingat waktu singkat yang ada. Baca juga pernikahan anak luar nikah