Berdoa Setengah Hati Bisa Menjadi Faktor Berdoa Tidak Dikabulkan

Allah SWT yang telah memeintahkan kepada umat muslim untuk selalu berdoa kepadanya tidak kepada orang lain. Dalam pembahasan kali ini juga akan di jelaskan mengenai hukum berdoa setengah hati dalam islam

Dalam Surat Al-Mu’min ayat 60 Allah Berfirman

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُ

ونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfiman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min : 60)

Berdoa Setengah Hati

Allah SWT juga berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا

دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah : 186). Baca juga hak seorang janda

Apakah Berdoa Setengah Hati Itu?

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Daring yang di maksud dengan doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Sedangkan dalam islamdoa tidak hanya bermakna kepada permohonan melainkan juga bermakna ibadah atau seruan dan dakwah. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Karena setiap kali seseorang berdoa kepada Allah SWT dengan mengangkat kedua tangannya ke langit seraya mengatakan. “Wahai Rabb-ku, Wahai Rabb-ku” dan bersungguh-sungguh dalam doanya atau berdoa dengan sepenuh hati. Allah akan memberikan pahala atas doa yang dipanjatkan, terlepas dari dikabulkan atau tidak doa tersebut oleh Allah SWT”.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إن الله تجاوز عن أمتي ما حدثت به نفسها ما لم تتكلم به أو تعمل به

Sesungguhnya Allah memaafkan apa yang terlintas dalam batin umatku selama belum diucapkan atau belum dilakukan. (Muttafaq ‘Alaihi).

Para ulama menyatakan ,
“Dalam membaca Alquran seorang harus menggerakkan lidah dan kedua bibirnya. Tanpa melakukan itu maka tidak teranggap sebagai bacaan, namun terhitung sebagai tadabbur atau tafakkur. Oleh karenanya seorang yg sedang junub tidak dilarang membaca. Alquran dalam hatinya atau orang yang sedang buang hajat tdk dilarang utk berdzikir dalam hati.”

Dalam sebuah hadis Qudsi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

قال الله تعالى: أنا ظن عبدي بي، وأنا معه إذا ذكرني، فإن

ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي، وإن ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير منهم.

“Allah ta’ala berfirman, ” Aku adalah sebagaimana praduga/prasangka hamba-Ku kepada-Ku, Aku senantiasa menyertainya selama dia mengingat-Ku. Maka apabila dia mengingat aku dalam hatinya akupun mengingatnya dalam hati, dan bila dia mengingat-Ku dalam keadaan ramai. Akupun mengingatnya dalam keadaan ramai, bahkan lebih baik dari pada pengingatannya.(HR. Bukhori dan Muslimm).

Berdoa Dengan Sepenuh Hati

Dikarenakan doa adalah ibadah maka sudah selayaknya harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan adab – adab berdoa. Salah satu adab berdoa adalah bersungguh – sungguh atau sepenuh hati ketika berdoa jangan berdoa setengah hati. San meyakini bahwa doa yang di panjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT, Rasulullah SAW Bersabda

“Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak khusyu’.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim, hasan lighhairihi).

Diantaranya doa Nabi Ibrahim alaihissalam,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Dan (ngatlah ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman. Dan jauhkanlah diriku beserta anak keturunanku dari menyembah berhala-berhala. (QS. Ibrahim 355).

Juga doa Nabi Nuh alaihissalam, Allah berfirman,

فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ

Maka dia mengadu kepada Tuhannya: “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)”. (QS. Al Qomar : 10).

Doa Nabi Zakariya alaihissalam,

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

Ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (QS. Maryam : 3).

Doa Ibunda Maryam alaihassalam,

قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (QS. Maryam : 18).

Para ulama bahasa arab menjelaskan definisi “perkataan” (al Qoul),

اللفظ الدال على معنى

Perkataan adalah lafadh yang menunjukkan suatu makna.

Sebagian yang lain menambahkan,

أو التلفظ قليلاً كان أو كثيراً

Pelafalan baik itu sedikit maupun banyak.

Sementara lafadh adalah pengucapan pada lisan.

Bagaimana Hukumnya Jika Tidak Sepenuh Hati Ketika – Berdoa?

Tidak sepenuh hati atau tidak bersungguh – sungguh dalam berdoa yang merupakan salah satu faktor penyebab doa tidak terkabulkan.

Termasuk tidak sepenuh hati dalam berdoa adalah ragu-ragu, tidak khusyu’, lalai, dan dikuasai oleh hawa nafsu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia sungguh-sungguh dalam memohon dan janganlah ia mengucapkan. “Ya Allah, jika Engkau berkenan maka berilah aku.” Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa-Nya.” (HR. Bukhari)

Menurut Ibnu Abdil Barr, seorang ahli tafsir, kata-kata seperti “Jika Engkau berkenan”. Tidak digunakan saat berdoa karena tidak ada yang dapat memaksa Allah untuk melakukan sesuatu. Allah hanya melakukan dan mengabulkan apa yang dikehendaki oleh-Nya. Selain itu, kata-kata “Jika Engkau berkenan” juga menganggap Allah berkemungkinan tidak menyukai dan mengabulkan doa hamba-Nya. Bahkan Ibnu Abdil Barr berpendapat bahwa penggunaan kata-kata tersebut hukumnya haram. Baca juga keistimewaan tasyahud akhir

Tags: