Hukum Berlaku Adil Kepada Saudara Kandunnya Yang Lain

Salah satu sifat orang tua yang sangat benci oleh Rasulullah SAW adalah pilih kasih. Pilih kasih yang di maksud adalah orang tua lebih memperhatikan salah satu seorang anak dibandingkan dengan saudara kandungnya. Dan situasi ini sangat kerap menimbulkan konflik didalam keluarga dan menjadi pemicu putusnya hubungan silaturahmi. Anak kepada orang tua dan saudara-saudaranya. Lantas, bagaimana pula dengan hukum berlaku adil kepada setiap anak kandung?

berlaku adil

Al-Qur’an menceritakan perihal Yusuf ketika ia menceritakan sebuah mimpi kepada ayahnya, Ya’qub alaihissalam;

إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku“. (Qs. Yusuf : 4)

Nabi Ya’qub malah lebih dahulu berpesan kepada Yusuf agar tidak menceritakan mimpi tersebut. Kepada saudara-saudaranya yang lain agar tidak timbul rasa dengki di hati mereka.

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا

لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf : 5)

Berlaku Adil Jangan Pilih Kasih Terhadap Anak

Rasulullah SAW pernah menyuruh sahabat beliau yaitu Basyir bin Sa-ad Al Anshory untuk berlaku adil terhadap. Seluruh anak-anaknya saat ia lebih mengutamakan putranya yang bernama Nu’man dari suadara-saudaranya.

Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku – ‘Amrah binti Rawahah – kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehingga menemui Rasulullah’. Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Bertaqwalah kepada Allah. Dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.” (HR. Muslim)

 Nu’man bin Basyir menceritakan ;

تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي بِبَعْضِ مَالِهِ فَقَالَتْ أُمِّي

عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ لَا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ

اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى

اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُشْهِدَهُ عَلَى صَدَقَتِي فَقَالَ لَهُ

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَعَلْتَ هَذَا

بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ قَالَ لَا قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا فِي

أَوْلَادِكُمْ فَرَجَعَ أَبِي فَرَدَّ تِلْكَ الصَّدَقَةَ

“Ayahku pernah memberikan sebagian hartanya kepadaku, lantas ibuku ‘Amrah binti Rawahah berkata.  “Saya tidak akan rela akan hal ini sampai kamu meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai saksinya”. Baca juga nifas wanita melahirkan

Perintah Berbuat Adil

Melalui hadist Rasulullah SAW yang mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa berlaku adil terhadap setiap anak kandung. Adil dalam hal ini mencakup berbagai hal seperti adil saat memberikan hadiah, kasih sayang, menerapkan aturan, pendidikan, dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Samakanlah pemberianmu kepada semua anak-anakmu.” (HR. Baihaqi dan Thabrani)

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam hibah, sebagaimana kalian menginginkan mereka. Berlaku adil kepada kalian dalam berbakti dan berlemah lembut.” (HR. Baihaqi)

Jika orang tua bersikap tidak adil tanpa alasan yang sangat jelas yakini memperlakukan satu orang anak. Secara berbeda beda atau istimewa dari yang lainnya maka pilih kasih terhadap anak. Adalah haram sebagaimana membeda – bedakan anak dalam islam.

Pemberian Yang Adil Memacu Pada hukum Warisan

Merujuk pada hadis sebgaai ulama berpendapat bahwa dimaksud dengan pemberian yang adil dalam. Hal ini seperti hal pembagian warisan yaitu laki – laki mendapatkan dua kali perempuan. Ibnu Hajar Berkata.

“Muhammad bin Al Hasan, Imam Ahmad, Ishaq, sebagian ulama Syafi-iyah, dan ulama Malikiyah berpendapat bahwa adil dalam. Hal ini adalah seperti dalam hal warisan yaitu laki-laki mendapatkan dua kali perempuan.” (Fathul Bari). Baca juga menceritakan masalah pada orang lain

Jika Pembagian Tidak Dilakukan Secara Adil Maka Pemberian

Jika dalam hal pemberian atau pembagian hadiah di lakukan secara adil makan pemberian tersebut harus kembali. Baca juga istri menafkahi keluarga

Dibolehkan Untuk Memberikan Suatu Pemberian

Orang tua di perbolehkan untuk memberikan suatu pemberian kepada anak laki – laki atau perempuan lebih dari yang lainnya. Jika ada alasan khusus untuk itu misalnya untuk mendidik sebagaimana pendapat Anas bin Malik. Pemberian dengan alasan khusus ini juga pernah dicontohkan oleh sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Bakar dan Umar terhadap anak-anak mereka.