Hukum Berpaling Dari Sunnah Rasulullah Yang Di Perintahkan Allah

Sebagai seorang muslim wajib hukumnyua beradab dengan Rasulullah SWA, beradab kepada Rasulullah SWA ini. Yang merupakan perintah Allah SWT sebagimana frman-nya dalam surat Al Hujurat ayat 1-2 yang artinya. Bukannya berpaling dari sunnah Rasulullah SAW

berpaling

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al Hujurat : 1)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya. Dengan suara yang keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu kepada sebagain yang lain. Supaya tidak hapus (pahala) amalmu, sedangkan kamu tidak manyadari”. (QS. Al Hujurat : 2)

Jangan Berpaling Dari Sunnah Allah

Allah SWT juga telah mewajibkan kepada orang – orang mu’min untuk menaati dan mencintai Allah. Dan Rasulnya sebagaimana firman-nya adalah surat Muhammad ayat 33 yang artinya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kapada Rasul.” (QS. Muhammad : 33). Baca juga Dosa anak belum balegh

Allah SWT juga berfirman,

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al Hasyr : 7)

Dalam surat At Taghabun Allah SWT juga berfirman yang artinya,

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) Allah) dengan terang.” (QS. At Taghabun : 12)

Selain harus menaati Allah dan rasulnya Allah juga memerintahkan kepada setiap muslim untuk kembali kepada Allah. Dan rasulnya (Al Quran dan sunnah sebagai syariat islam atau ajaran islam atau hukum islam yang utama). Jika berlainan pendapat tentang sesuatu sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisaa’ ayat 59 yang artinya.

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ

بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an). Dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dari hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya,” (QS. An Nisaa’ : 59)

Ayat diatas menunjukan kewajiban bagi setiap muslim untuk senantiasa mengikuti apa yang telah di terapkan oleh Allah dan Rasulnya. Hal ini di karenakan Muhammad SAW yang merupakan utusan Allah yang membawa petunjuk dari Allah SWT. Lalu Bagaimana hukumnya barpaling dari sunnah Rasulullah semntara Allah SWT juga telah mewajibkan. Seluruh manusia beriman kepada beliau sebagaimana firmannya dalam surat Al araaf ayat 158 yang artinya

Allah SWT  Berfirman

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي

لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا

بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ

وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Katakanlah (wahai Muhammad) : “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah). Selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al A’raaf : 158)

Karena ibu bagi seorang muslim yang tidak taat atau berpaling dari Al – Quran maupun sunnah rasul. Maka seolah ia tidak mengimani Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan seolah ia tidak mengimani bahwa. Oleh Rasulullah SAW adalah petunjuk dari Allah SWT ancamannya adalah ditimpa keburukan dan adzab yang pedih.

Rasulullah SAW bersabda,

,عليكم بسنتي وسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِييْنَ مِنْ بَعْدِي 

تَمَسَّكُوا بها، وعَضُّوا عليها بالنَّوَاجِذِ ،وإيَّاكُم ومُحْدَثَاتِ الأمورِ؛ فإِنَّ كلَّ بدعةٍ ضلالةٌ

“Wajib bagi kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Ar Rasyidin sepeninggalku. Peganglah ia erat-erat, gigitlah dengan gigi geraham kalian, jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. At Tirmidzi)

Allah SWT berfirman,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An Nuur : 63). Baca juga tidak mau menyusui anaknya