Hukum Endorse Dalam Islam Di Perbolehkan Serta Dalilnya

Pemasaran suatu prodak ditentukan pula oleh keberhasilan ikan dalam menarik semua pembeli. Tidak heran jika produsen sangat berlomba – lomba membuat iklan atau jasa mereka dengan semenarik mungkin. Bahkan ada yang rela menyewa jasa endorse dalam islam artis ternama dengan harga yang cukup mahal sekalipun. Baca juga mengingatkan imam sholat dan memaksa sholat

Bagaimana Hukum Endorse Dalam Islam

Hukum Endorse Dalam Islam

Bagaimana hukum endorse dalam dalam islam? simak ulasannya berikut ini.

Memang sudah banyak bukti jika endorse ini mampu meningkatkan penjualan produk atau jasa. Ada beberapa penyebab ialah cara endorse yang digunakan artis tersebut dan jumlah followers. Yang ada di sosial medianya biasanya enodrse dilakukan melalui akun instagram atau facebook. Mengingat bahwa kedua akun tersebutlah yang sedang populer ini.

Endorse atau iklan dalam bahasa Arab yaitu i’lan yang berarti pemberitahuan. Iklan dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain. Media massa (koran, majalah, brosur dll.), televisi dan sosial media (facebook, instragram, twitter dll)

Sebenarnya diperbolehkan atau tidaknya suatu endorse dilihat dari karakteristik endorse yang digunakan tersebut serta tujuan yang ingin di capai.

Yang Mengandung Penipuan

Jika dalam endorse tersebut mengandung suatu modus penipuan yang bersifat merugikan calon pembeli. Maka sudah di pastikan diharamkan yang masa sudah diketahui pula bahaya berbohong. Sebagaimana yang tertuang dalam hadist berikut

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang mengelabui (menipu) kami, maka ia bukan golongan kami.” (HR. Muslim, no. 164)

Contoh penipuan yang di maksud di atas ialah merugikan kelebihan suatu prodak atau jasa yang bersifat fiktif. Atau di buat – buat produk tidak sesuai dengan diiklankan dan lain-lain. Penipuan yang dilakukan pun juga sudah melanggar tata jual beli. Baca juga istri menyuruh suami sholat

Yang Menggunakan Model Wanita

Setiap yang telah dilakukan bahwa laki – laki maupun perempuan memiliki batas auratnya masing – masing yang wajib di patuhi. Ketahui pula hukum melihat aurat wanita dalam islam, apabila model wanita yang dilakukan enodrse tersebut. Tidak menutup auratnya secara syar’i jelas hal ini tidak diperbolehkan, terlebi lagi jika ia dengan sengaja menampakkan auratnya. Untuk menarik pembeli jelas ada konsekuensi dari Allah SWt atas perbuatannya tersebut. Naudzubillahimindzalik!

Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ

الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ

,مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ

لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, (yang pertama). Kaum yang memiliki cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan (yang kedua): Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menggoda. Dan jalannya berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak masuk surga, bahkan tidak mencium wanginya surga padahal wanginya. Bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Imam Muslim, hadits, no. 2128)

Yang Diperbolehkan

Hukum endorse suatu produk atau jasa yang diperbolehkan ialah yang mengikuti kaidah-kaidah Islamiyah.

  • Menggunakan bahasa yang baik dan sopan, sesuai kaidah bahasa Indonesia yang benar
  • Tidak menampakkan aurat laki-laki maupun perempuan
  • Tidak menggunakan media musik yang berisi maksiat
  • Tidak berisi maksiat, kemunkaran, fitnah atau hal-hal yang menyulut emosi. Misalnya, dalam endorse tersebut membanding-bandingkan produk sendiri dengan produk dari pesaing atau produsen lain.
  • Produk atau jasa yang ditawarkan merupakan hal yang bermanfaat bagi kehidupan.

Itulah beberapa ulasan mengenai hukum endorse mengenai hukumnya dari sudut pandang islam.