Hukum Memaksa Orang Untuk Menjalankan Sholat

Shalot adalah merupakan salah satu rukun islam yang harus di penuhi oleh setiap umat islam. Meninggalkan sholat dengan sengaja bukankah dosa keci, melainkan termasuk dosa yang besar. Meskipun sayangnya banyak sekali umat muslim yang justru meninggalkan sholat. Lalu bagaimana hukumnya memaksa orang sholat? apakah boleh atau justru tidak boleh? Berikut ini adalah penjelasannya. Baca juga membaca al quran di kuburan

Memaksa Orang Sholat

memaksa sholat

Dalam islam telah di anjurkan untuk saling mengingatkan dalam setiap amal ibadah. Karena hal ini telah di jelalskan dalam banyak dalil baik dalam al-quran maupun hadist.

Allah Ta’ala berfirman:

إن الإنسان لفي خسر إلا الذين آمنوا وعملوا

الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih. Dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”(QS. Al-‘Ashr, 103: 2-3).

Allah Ta’ala kembali berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ

وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf. Dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imron: 110)

llah banyak mengingatkan kita untuk saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan, termasuk mengerjakan sholat wajib.

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

Bahkan walaupun kita sendiri dipenuhi oleh dosa, maka tidak ada halangan atau larangan untuk tetap saling mengingatkan.

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata,

فلا بد للإنسان من الأمر بالمعروف

و النهي عن المنكر و الوعظ و التذكير

و لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل لم يعظ

الناس بعد رسول الله صلى الله عليه

و سلم أحد لأنه لا عصمة لأحد بعده

“Tetap bagi setiap orang untuk mengajak yang lain pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Tetap ada saling menasihati dan saling mengingatkan. Seandainya yang mengingatkan hanyalah orang yang maksum (yang bersih dari dosa, pen). Tentu tidak ada lagi yang bisa memberi nasihat sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada lagi yang maksum.”

Saling Mengingatkan Dengan Lemah Lembut

Meskipun kita sangat di anjurkan untuk saling mengingatkan dan menegur. Namun kita juga tidak boleh memaksa orang untuk melakukan ibadah sholat. Kita cukup mengingatkan saja ia dengan kata – kata yang lemah lembut walapun. Akhirnya ia tidak mengerjakan yang kita inginkan, karena setidaknya kita telah terlepas dari tanggung jawba. Sebagai sesama muslim untuk saling mengingatkan sebagaimana dalam sebuah fatwa yang masih berkaitan dengan hukum memaksa sholat.

Maka yang wajib kalian lakukan adalah terus mengulang-ulang untuk memberikan pemahaman kepadanya, menakut-nakutinya. Dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan sholat yang biasa dikerjakannya belum memenuhi kewajibannya (karena sholatnya salah). Ini upaya yang dapat kalian lakukan. Bila ternyata nenek kalian bisa lurus maka alhamdulillah, bila tidak maka kalian telah menunaikan. Apa yang menjadi kewajiban kalian dan mintalah hidayah Allah subhanahu wa ta’ala untuknya. (Majmu’ Fatawa Fadhilatisy Syaikh Shalih bin Fauzan, 1/355,356). Baca juga memelihara kuku panjang

Allah juga berfirman

“Dantidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu. Sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (Qs Huud : 34). Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman. Dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya selalu sabar.” (QS. Al-Ashr).

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا

غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف

عنهم واستغفر لهم وشاورهم في الأمر فإذا عزمت

فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran, 3: 159).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ

مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا

وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ

مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa. Seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun. Baca juga ziarah kubur