Hukum Memelihara Kuku Panjang Wanita Dalam Islam

Ketika masih Tk atau SD, guru selalu memeriksa kuku murid – muridnya sebelum masuk kedalam kelas. Atau sesaat sebelumm jam pelajaran di mulai jika guru mendapati muridnya yang berkuku panjang. Apalagi berwarna hitam segera guru mengingatkan murid tersebut. Yang bersangkutan untuk segera memotong kukunya, di rumah pun situasi tidak jauh berbeda. Intinya sejak kecil kita sudah di ajarkan untuk hidup sehat dan bersih salah satunya dengan rajin memotong kuku. Nah berikut penjelasan mengenai hukum memelihara kuku bagi wanita. Baca juga menyampaikan kebenaran

Hukum Memelihara Kuku Panjang Dalam Islam

Dimana semua hukum dan permasalahan telah diatur dengan sedemikian rupa. Baik itu yang berasal dari alquran maupun hadist, meskipun di samping itu perlu di ketahui. Jika agama islam sangat mencintai akan kebersihan, karena hal tersebut berlaku. Untuk semua bagian tubuh termasuk dengan kuku yang ada miliki.

memelihara kuku

Dari hadist Nabawi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda. “Ada 5 perkara fitrah manusia yaitu: melakukan khitan, memotong kumis, mencukup bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku” (HR. Imam Bukhari 5891 dan Muslim 258).

Sedangkan dari hadist Aisyah Radhiallahu’anha, Rasulullah bersabda bahwa “Ada 10 perkara fitrah manusia yaitu. Memelihara jenggot, memotong kumis, istinsyaq atau menghirup air ke dalam lubang hidung, bersiwak, membasuh persendian. Mencukur bulu kemaluan menurut islam, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, istinja’ atau cebok dengan menggunakan air”. Hadist tersebut diperkuat dengan Zakaria yang berkata “Aku lupa bahwasanya yang ke 10 adalah berkumur”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i).

Kuku yang panjang juga dapat menghalingi masuknya air wudhu ke dalam sela kuku bagian dalam. Jika hal tersebut terjadi maka di katakan wudhu seseorang menjadi tidak sah.

Hadist riwayat dari Al-Baihaqi dan Thabrani bahwa Abu Ayyub Al-Azdi berkata. “ Ada seorang yang mendatangi Rasulullah SAW, ia bertanya mengenai berita yang datang dari langit. Rasulullah SAW mengatakan

Ada salah seorang diantara kalian yang bertanya mengenai berita dari langit sedangkan orang tersebut memiliki kuku. Yang panjang seperti cakar burung dimana ia mengumpulkan janabah dan kotoran di dalamnya”.

Mengapa Kuku Harus Dipotong ?

Sebagai besar ulama berpendapat bahwa hukum memanjangkan kuku atau memelihara kuku panjang. Adalah makruh baik bagi wanita maupun lelaki, beberapa riwayat menyatakan bahwa kuku tidak boleh. Karena itu islam mengajarkan agar kita memotong kuku ketika kuku telah panjang. Dalam islam memotong kuku ini yang merupakan bagian dari sunnah fitrah sekaligus salah satu cara hidup sehat. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, panjang lebih dari 40 hari. Tidak hanya kuku, melainkan kumis, rambut di ketiak, maupun rambut di kemaluan. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu  ia berkata,

“Kami diberi tenggat waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, dan mencukur rambut. Ketiak dan mencukur rambut kemaluan yaitu hendaknya tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.”(HR. Muslim)

Jika sudah 40 hari maka kuku, kumis rambut ketiak, dan rambut kemaluan harus di potong atau di cukur. Sebagian besar ulama bahkan melarang keras atau mengharamkan kuku dibiarkan panjang lebih dari 40 hari. Pendapat yang mengharamkan dipanjangkannya kuku lebih dari 40 hari dipilih oleh Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author.

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan ada kondisi yang juga harus diperhatikan mengenai. Batasan waktu memotong kuku, atau sunnah fitrah lainnya, mengingat setiap orang memiliki kondisi berbeda satu sama lain.  Beliau berkata,

“Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang menjadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak, dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Maj’mu)

Apakah Harus Mengkhususkan Hari Ketika Memotong Kuku?

Menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu ketiak disunnahkan dilakukan pada hari Jum’at. (Al Majmu). Baca juga ziarah kubur

Makruh

Hukum memanjangkan kuku dalam islam adalah makruh bagi kebanyakan para ulama. Karena hal ini didasari oleh kuku yang di biarkan memanjang melebihi jari. Bukan tidak mungkin jika kuku tersebut menjadi sarang kuman dan bakteri yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Selain itu  kotoran yang menempel di dalam kuku yang dibiarkan dapat mengakibatkan penakut kuku seperti infeksi atau cantengan.

Maksud dari hadist di atas, adalah seseorang harus memotong kukunya sebelum waktu yang telah ditentukan. Jangan sampai kuku ataupun rambut dibiarkan memanjang begitu saja melebihi 40 malam. (Syarh Shahih Muslim).

Bagaimana Jika Kuku Tersebut Dipelihara dan Dirawat

Memelihara kuku panjang ini seakan menjadi trend di kalangan masyarakat modern seperti saat ini. Teruntuk bagi wanita yang selalu ingin tampil cantik dan mempesona.

Maka sebaiknya kuku-kuku yang sengaja dipanjangkan selama ini dipotong untuk menjaga kebersihan dan menghilangkan kemudhorotannya. Namun, bagaimana jika kuku tersebut dipelihara dan dirawat sehingga bersih tanpa meninggalkan kotoran di dalamnya?

Memiliki kuku panjang yang bersih dan rapi tentu tidak terjadi begitu saja, anda harus meluangkan waktu. Untuk sekedar membersihkannya atau melakukan perawatan seperti manicure dan pedicure yang bisa saja menghabiskan biaya tertentu. Dalam hal ini, islam memiliki pendapat tersendiri yang mana apabila seseorang telah banyak menyita atau menghabiskan waktunya. Dan telah menggunakan uang untuk hal yang kurang bermanfaat. Maka islam tidak memperbolehkannya karena hal tersebut bersifat mubadzir (terbuang sia-sia).

Hukum untuk tidak memelihara kuku hingga panjang juga dipertegas dengan dalil Imam Nawawi Rahimahulullah yang berkata:

“ Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dapat dilihat daripanjangnya kuku itu sendiri. Ketika kuku tersebut telah panjang, maka segeralah dipotong. Hal ini akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya yang dapat dilihat dari kondisinya. Hal ini juga berlaku untuk menipiskan kumis, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak.” (Al-Majmu, 1 : 158).

Selain itu kuku yang panjang bisa menjadi sarang syaitan dan tempat persembunyiannya mereka. Dalam hadist Rasulullah SAW bersabda:

“ Wahai Abu Hurairah, potonglah (pendekanlah) kukumu sesungguhnya setan akan mengikat dengan sihir. Godaan dan rayuan melalui kuku-kukumu yang telah panjang dan dibiarkan begitu saja.” (HR. Ahmad).

Hikmah Tidak Memelihara kuku Panjang Dalam Islam

Islam telah mengajurkan seseorang untuk memotong kukunya dalam islam tidak lebih dari 40 malam. Jika tidak memelihara kuku panjang ternyata juga tersimpan hikmah yang sangat besar. Dimana seseorang mendapatkan berbagai hikmah dan manfaat yang apabila meninggalkan hal tersebut. Berikut beberapa hikmah yang mungkin bisa kita dapatkan apabila tidak memelihara kuku dalam keadaan yang panjang. Baca juga parfum lelaki

Terhindari Dari Penyakit

Bakteri yang sering di temukan pada lapisan kuku adalah Enterobacteriaceae, yaitu bakteri yang meliputi bakteri E-Coli dan Salmonela. Bakteri ini akan berkembang dengan cepat di sela-sela kuku yang kurang terjaga kebersihannya. Kebanyakan seseorang yang akan menderita penyakit tertentu karena masuknya bakteri tersebut ke dalam organ tubuh. Misalnya seperti diarea atau sakit perut, dan selain itu juga kuku yang tidak dipotong dan memiliki panjang yang melebihi jari. Akan berpotensi terkenanya penyakit Paronychia atau yang lebih dikenal dengan sebutan cantengan. Kuku yang di biarkan panjang akan membuat permukaan di sekitar kuku. Mengalami lecet dan menajdi jalan masuk sejumlah kuman dan bakteri. Baca juga menceritakan masalah

Tidak Menyita Waktu Dan Biaya Untuk Merawat Kuku

Memiliki kuku panjang yang bersih dan rapi tentu tidak akan terjadi begitu saja. Dan anda harus meluangkan waktu untuk sekedar membersihkannya atau melakukan perawatan. Seperti manicure dan pedicure yang bisa saja menghabiskan biaya tertentu.

Jika kuku tersebut dipotong sesuai dengan kondisinya tentu hal tersebut tidak perlu anda lakukan. Apalagi sampai menguras biaya demi mendapatkan tampilan kuku yang indah.

Lebih Mudah Melakukan Aktivitas Sehari – Hari

Selain itu aktivitas yang biasanya langsung dilakukan dengan menggunakan jari – jemari pun juga tidak lantas lebih mudah dilakukan begitu saja. Meskipun hal tersebut akan berbeda jika anda mau memotong kuku sesuai yang di ajarkan islam. Tentu berbagai aktivitas yang berkaitan dengan jari jemari dan kuku pun bisa dilakukan dengan lebih mudah.