Hukum Memotong Rambut Bayi Baru Lahir Dalam Islam

Perawatan bayi ini memang tidak dilakukan semarangan, yang perlu anda ketahuibuntuk merawatnya dengan sangat baik. Bahkan dalam perawatan banyak dikalangan masyarakt untuk mempertimbangkan adat dan hukum islam. Pertimbangan mengenai aturan dan tata cara serta hukumnya memang sangat berkaitan. Secara islam sendiri juga mengatur mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan bayi. Seperti hukumnya memotong rambut bayi dalam islam, pada dasarnya aturan islam ini. Menuju ke arah kebaikan, aturan ini yang berasal dari firman, hadist dan disesuaikan oleh para ulama agama. Untuk lebih jelasnya berikut mengenai hukum memotong rambut bayi. Baca juga mendahulukan sunnah dari pada wajib

Hukum Memotong Rambut Bayi Dalam Islam

mencukur rambut bayi

Dalam aqiqah itu telah di jelaskan bahwa di qiqah setelah 7 haru untuk digunting atau dicukur atau di potong. Memotong rambu bayi ini dalam islam sangat berakitan dengan aqiqah untuk bayi. Memorong rambut ini adalah hukumnya sunnah, maksudnya sunnah adalah jika anda tidak melakukannnya tidak apa – apa. Akan tetapi sebaiknya selagii bisa lebih baik dilakukan, sementara jika anda rindu kepada Allah dan Rasulnya. Maka anda akan terbiasa menjalankan dan menajga sunnah yang telah di anjurkan. Menjadi sunnah itu perlu dan terus dijalankan, sehingga ketika seorang anak belaum dipotong juga rambuntnya tidak apa – apa karena sunnah.

Memotong Rambut Bayi

Meskipun untuk anak laki – laki diperintahkan untuk dipotong rambutnya bahkan hingga gundul. Tapi jika untuk perempuan tidak di porong atau di gundul juga tidak apa – apa. Setelah di potong rambutnya pun nanti di rimbang beratnya, dan setalah itu dijadikan perak lalu di sedekahkan.

Menurut dari Ibnu Abdil Bar mengatakan

“Buang kotoran dari bayi adalah mencukur rambutnya”(Al-Istidzkar, 5/315)

Dalam ensiklopedi fikih dinyatakan mayoritas ulama yaitu malikiyah, syafi’iyah dan hambali berpendapat sebgai berikut:

” Mencukur rambut kepala bayi pada hari ketujuh. Dan bersedekah seberat rambut berupa emas atau perak.”

Akan tetapi jika belum di cukur pada hari ke tujuh, maka rambut anak tetap di cukur setelah itu. Meskipun telah baligh, hal itu sebagaimana keterangan Ibn Hajar Al-Haitami salah seorang madzab sayfii. Namun, hal itu dilakukan jika rambut bayi masih ada. Baca juga mahar adalah wajib

Tidak Dianjurkan Memotong Rambut Anak Hingga Baligh

Menurut keterangan dari Az-Zaekasyi yang dikutip Al-haitami tidaklah menganjurkan untuk menunda pelaksanaan mencukur atau memotong rambut anak sampai baligh. Beliau hendak menjelaskan bahwa memotong rambut ini boleh dilakukan meskipun telah baligh. Kembali lagi hukumnya disini masih tetap sama yaitu sunnah, tidak apa – apa jika tidak dilakukan. Namun dianjurkan kalau bisa memotong rambut bayi setelah tujuh hari.

Aqiqah Bisa Dilakukan Setelah memiliki Uang

Dan sementara untuk aqiqah ini bisa dilakukan jika telah memiliki uang. Meskipun dianjurkan untuk tidak memotong sambut sebelum 40 hari. Jika umur 40 tahun tidak perlu memotong rambut namun aqiqah saja itu sudah cukup. Aqiqah dan potong rambut seringkali berhubungan bahkan potong rambut merupakan langkah – langkah dalam pelaksanaan ritual agama islam yaitu aqiqah. Baca juga keramas saat haid

Memotong Rambut Dilakukan Pada Hari Ke-7

Menurut pendapat para ulama memotong atau potong mencukur rambut harusnya dilakukan pada hari ke-7. Mesipun bila lebi dari  hari ke-7 setelah lahirkan untuk segera di cukur atau di potong. Namun apabila tidak sempat potong atau cukur rambut maka lakukanlah ketika sempat. Selanjutnya setelah potong rambut maka rambut tersebut akan ditimbang oleh orang tua dari bayi tersebut. Lalu di samakan dengan perak, namun bisa juga diganti emas. Karena emas bisa menghasilkan uang lebih banyak. Tetapi dari Nabi sendiri itu adalah perak.

Nabi sendiri pernah mencukur atau memotong rambut seberat satu dirham satu dirham setara dengan 4 gram seperempatan. Sunnah kegiatan ini meniru nabi terlebih dahulu. Dimana kegiatan ini masih masuk dalam hukum sunnah dan tidak wajib namun, sesuaikan dengan kemampuan.

Begitu pula dengan aqiqah seorang bayi, juga bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan. Karena agama islam sendiri tidak memaksakan, melainkan jika mampu lebih baik leksanakan. Seperti sunnah dari nabi, dan bahkan bila tidak bisa aqiqah pada saat bayi lahir. Anda bisa mengkurbankan atau sedekah sebanyak-banyaknya sebagai penggantinya.

Aqiqah

Aqiqah juga dibahas disini karena dalam pelaksanaan aqiqah ada ritual potong rambut bayi. Untuk itulah membahas Hukum potong rambut bayi dalam islam bisa sepaket dengan penjelasan singkat aqiqah dari seorang bayi. Aqiqah bisa juga dilaksanakan pada saat atau ketika bayi tersebut telah besar. Namun, rambut yang ditimbang di rata – rata seberat satu dirham.

Karena diibaratkan satu dirham , hal ini disebabakan oleh rambut lebat dari perkembangan bayi tersebut. Beberapa ustad mengatakan bahwa rambut yang dipotong tersebut bisa berkisar angka 2,5 juta jika disamakan dengan perak sesuai sunnah Nabi. Tetapi aqiqah pada dasarnya adalah sunnah. Sunnah yang telah dilakukan para nabi terdahulu. Dan sebagai umat islam juga mengikuti sunnah atau anjuran dari para nabi.

Aqiqah secara singkatnya adalah menyembelih kambing namun jika kurang mampu bisa menyembelih domba. Karena islam sendiri juga menyesuaikan dengan kemampuan umatnya dalam melakukan aqiqah. Aqiqah sekali lagi akan lebih baik dilakukan ketika bayi masih berusia 7 hari setelah dilahirkan. Karena lebih cepat lebih baik. Dan jika bayi laki – laki 2 ekor kambing dan jika perempuan 1 ekor kambing.