Hukum Mendahulukan Umrah Daripada Ibadah Haji

Pengertian Haji yang dalalamnya terdapat amalan haji pada saat idul adha secara Etimologi haji adalah menjaga. Sedangkan secara Terminology Haji adalah suatu amal ibadah. Yang di lakukan dengan sengaja mengunjungi baitulloh di mekah maksud beribadah. Dengan ikhlas mengharapkan keriddoan Allah SWT dengan syarat dan rukun tertentu. Yang di maksud dengan syarat sah haji dan syarat wajib haji adalah hal yang apabila. Telah di penuhi menyebabkan orang yang bersangkutan wajib menunaikan haji. Syarat sah haji adalah hal yang harus di penuhi oleh orang yang menunaikan ibadah haji atau mendahulukan umrah.

umrah

Apabila tidak terpenuhi salah satu syarat sah haji maka menjadikan hajinya tidak sah. Umrah menurut bahasa umrah berarti ziarah ke Baitulloh (ka’bah). Di tanah suci dengan niat karena Allah Swat dengan syarat dan rukun tertentu. Melaksanakan umrah hukumnya adalah sunnah. Firman Allah Swt yang artinya “sempurnakan lah olehmu haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al- Baqarah).

Hukum Mendahulukan Umrah Daripada Haji

Dan beberapa terakhir ini telah terjadi peningkatan jumlah umat Islam Indonesia. Yang berangkat umroh dan memperhatikan hukum ibadah dengan berhutang. Karena hal ini diiringi pula dengan berdirinya perusahaan travel umrah hingga di desa – desa. Peningkatan tersebut yang menunjukan adanya peningkatan kesadaran beragama umat islam. Dengan anjuran lebih baik umroh dari pada daftar haji. Yang sangat lama yang bisa jadi sudah meinggal sebelum berangkat haji. Dan tidak sedikit dari kita yang kebingungan dimana kita harus. Sampai ke titik “kebingungan” dalam menentukan Ibadah Rukun Islam Yang Ke 5 ini.

Mengenai ibadah haji atau mendahulukan umrah yang manakah yang bisa kita dahulukan. Merlihat keadaan calon jama’ah haji di Indonesia, dimana seseorang telah memiliki kemampuan untuk berangkat ke tanah suci Mekkah Al-Mukarromah. Meskipun ia belum bisa berangkat secara langsung untuk menunaikan ibadah haji. Kecuali setelah beberapa tahun, karena sangat banyaknya orang yang mendaftarkan diri untuk pergi haji. Sementara quota jama’ah haji sangat terbatas, maka menurut pandangan kami hendaklah ia melaksanakan ibadah Umraoh terlebih dahulu.

Hal ini dikarenakan hukum menunaikan Umroh adalah wajib bagi orang. Yang telah mampu dan belum pernah menunaikannya sama sekali di dlm hidupnya. Dan ini merupakan pendapat yang rojih (nampak kuat dan benar). Dari sejumlah sahabat Nabi dan ulama sunnah, seperti Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhum. Imam Asy-Syafi’i, imam Ahmad bin Hanbal, imam Al-Bukhari, syaikh Bin Baz, syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullah. Dan komite tetap utk urusan fatwa dan riset ilmiyah di Saudi Arabia.

Dalil Umroh

Berikut ini akan disebutkan beberapa dalil dan perkataan para ulama sunnah yang menunjukan wajibnya umroh.

  • Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata

Aku pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah para wanita WAJIB berjihad?” Beliau jawab: “Iya, para wanita WAJIB berjihad namun tanpa peperangan di dalamnya, yaitu Haji dan Umrah.” (HR. Ibnu Majah no.2901. Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh imam An-Nawawi di dlm kitab Al-Majmu’ IV/7, dan syaikh Al-Albani di dlm Shohih Ibnu Majah).

Hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu tentang malaikat Jibril alaihissalaam. Yang bertanya kepad Nabi shallallahu tentang hakekat Islam, Iman dan Ihsan, serta tanda-tanda hari Kiamat.

Di dalam riwayat Ibnu Khuaimah dan Ad-Daruquthni, Nabi SAW memberikan jawaban tentang islam dengan lafazh berikut.

Islam ialah engkau bersaksi bahwa tiada sesembahan yang hak kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Engkau mendirikan sholat, menunaikan Zakat, menunaikan Haji ke Baitullah (alharom). Dan umrah, mandi karena junub, menyempurnakan wudhu, dan berpuasa di bulan Romadhon.” (Ad-Daruquthni berkata; ‘Hadits ini sanadnya Shohih).

  • Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata di dalam kitab Shohihnya:

“Bab Wajibnya Umrah dan Keutamaannya”. Dan Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: “Tiada seorang pun (dr kaum muslimin yang mampu, pent). Melainkan WAJIB atasnya menunaikan Haji dan Umrah”.

  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

Pendapat yang benar bahwa hukum umrah itu WAJIB seperti Haji, hanya satu kali saja sepanjang umur”. (Lihat Majmu’ Fatawa Ibni Baaz XVI/355).

  • Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

“Para ulama berselisih pendapat tentang hukum Umrah, apakah Wajib atau Sunnah? Dan pendapat yang nampak (rojih) bahwa hukum umrah itu wajib”. (Lihat Asy-Syarhu Al-Mumti’ VII/9).

  • Komite Tetap untuk Urusan Fatwa dan Riset Ilmiyah berkata:

“Pendapat yang benar dari dua pendapat para ulama, bahwa umroh itu wajib. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala “Dan sempurnakan Haji dan Umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah 166) dan berdasarkan hadits-hadits tentang wajibnya Umrah.” (Lihat Fatawa Lajnah Daimah XI/317).

Jadi sebenarnya kita sudah dituturkan untuk mendahulukan umrah dan haji ini. Tanpa harus bingung mana yang harus di lakukan terlebih dahulu. Hal ini sebenarnya cukup mudah, dari kedua kewajiban bagi umat muslim tersebut. Maka haji dululah yang harus didahulukan, tapi bebearpa dari kita mungkin. Tidak mengetahui mengapa kita harus memprioritaskan ibadah naik haji. Sebenarnya hal ini sendiri telah dibahas di ayat suci al quran tepatnya di surat Ali Imran ayat 97. Yang berisi kurang lebih bahwa mengerjakan haji merupakan kewajiban bagi umat manusia terhadap Allah. Terutama bagi manusia yang sanggup untuk melakukan ibadah haji ke baitulah. Dan barang siapa yang mengingkarinya meskipun mampu maka Allah maha kaya. Dari firman surat Ali Imran ayat 97 ini makan bisa diambilkan kesimpulan. Atau pengertian bahwa ibadah haji yang merupakan prioritas utama bagi muslim yang mampu. Tentunya umat muslim tersebut harus mampu secara mental, fisik dan juga keuangan.