Hukum Menghadiri Undangan Dalam Islam Yang Harus Diketahui

Dalam pembahasan ini justru para ulama memang sangat berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan orang lain. Sebagian ada yang mengetahui wajib atau fardhu’ain sebagian lagi mengatakan fardhu kifayah. Dan sebagian lagi mengatakan jika hukumnya sunnah, berikut ini adalah pembahasan mengenai hukum memenuhi undangan dalam islam.

Ada 3 Hukum Menghadiri Undangan

undangan

Fardhu

Pendapat dari para ulama yang terdiri dari mazhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah. Mereka bersepakat dan mengatakan bahwa menghadiri undangan dari orang lain hukumnya fardhu.

Akan tetapi kewajiban ini kembali dari jenis undangannya, apakah undangan yang di berikan bersifat umum atau tidak resmi. Seperti tidak ada nama yang tercantum untuk yang di undang, maka anda tidak di wajibkan untuk menghadiri nya.

Az-Zarqani dalam kitab Syarahnya menyebutkan bahwa tidak termasuk wajib hadir bila teks dari undangannya sendiri bersifat tidak mengikat.

Misalnya tertulis dalam undangan ‘apabila Anda berkenan hadir’. Maka hadir atau tidak hadir terserah apakah pihak yang diundang berkenan atau tidak untuk hadir.

Dalil yang digunakan oleh pendapat ini di antaranya adalah hadits berikut ini :

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا

“Apabila kamu diundang walimah maka datangilah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga ada hadits lain yang menyebutkan bahwa orang yang tidak menghadiri. Undangan walimah, maka ia termasuk telah bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya.

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأْغْنِيَاءُ

وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, bila yang diundang hanya orang kaya dan orang miskin ditinggalkan. Siapa yang tidak mendatangi undangan walimah, dia telah bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya.” (HR. Muslim). Baca juga sujud syukur

Sunnah

Dan selain itu pendapat kedua para ulama tentang hukum menghadiri undangan walimah adalah hukumnya sunnah. Pendapat ini telah di dukung beberapa pendapat ulama mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi’iyah, dan salah satu versi dari pendapat mazhab Al-Hanabilah. Ibnu Taimiyah yang berpendapat bukan hukumnya wajib tapi hukumnya sunnah.

Dasar pendapat ini karena menghadiri undangan dari orang lain berarti memakan makanan dan harta milik orang lain. Dan seseorang dilarang dan tidak di wajibkan untuk mengambil harta orang lain yang diinginkannya.

Sehingga paling tinggi kedudukannya yakni hanya sunnah tidak sampai kepada hukum wajib. Karena pada hakikatnya menghadiri waliman itu seperti orang yang menerima harta yang diberikan. Dan sehingga bila harta itu tidak diterimanya maka dalam hal ini hukumnya boleh-boleh saja. Dan bila di terima hukumnya sebatas hukum sunnah saja.

Fardhu Kifayah

Hukum menghadiri undangan dari orang lain adalah fardhu kifayah, diantaranya para ulama yang berpendapat. Seperti ini adalah sebagian pendapat Asy-Syafi’iyah dan sebagian berpendapat dari Al-Hanabilah. Dan dengan demikian apa bisa seseorang sudah ada yang menghadiri undangan tersebut. Maka bagi mereka yang tidak menghadirinya tidak lagi berdosa.

Adapun kesimpulan hukum fardhu kifayah yang berdasarkan kepada esensi dan tujuan kita datang ke undangan tersebut. Yaitu sebagai media untuk mengumumkan terjadinya pernikahan dan menghadiri perzinaan. Bila sudah dihadiri oleh sebagian orang, maka sudah gugurlah kewajiban itu bagi tamu undangan lainnya. Baca juga gratis ongkir

Allah SWT Berfirman Dalam QS Al Ahzab 53

ا مُسۡتَاۡنِسِيۡنَ لِحَـدِيۡثٍ ؕ اِنَّ ذٰلِكُمۡ كَانَ يُؤۡذِى النَّبِىَّ فَيَسۡتَحۡىٖ مِنۡكُمۡ وَاللّٰهُ لَا يَسۡتَحۡىٖ مِنَ الۡحَـقِّ ؕ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[1228], tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu. (Untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar”. (QS Al Ahzab : 53). Baca juga memaksa anak perempuan menikah

Nabi SAW bersabda:

إذا دعا أحدكم أخاه فليجب، عرسا كان أو نحوه

“Bila salah seorang diantara kalian diundang (untuk menghadiri walimah), maka hendaklah memenuhi undangan tersebut, baik acara pernikahan atau acara lainnya”[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5173, Muslim no. 1429, Ahmad 2/146, Abu Dawud no. 3738, dan Al-Baihaqi 7/262; dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma]

،حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ

،عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

،أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الوَلِيمَةِ

يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الفُقَرَاءُ، وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْوَةَ فَقَدْ

عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» روه البخرى

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, Malik memberitakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari A’raj, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “seburuk buruk makanan adalah makanan walimah(pesta) dimana yang diundang hanyalah orang orang kaya sedangkan orang orang fakir tidak diundang, siapa yang tidak memenuhi undangan walimahan, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasulnya”. (H.R. Bukhari)