Hukum Nifas Wanita Yang Operasi Caesar Dalam Islam

Secara bahasa nifas berarti melahirkan menurut terimologi syariat, nifas wanita adalah darah yang kelaur dari rahim akibat melahirkan. Pengertian nifas yang lebih lengkap merujuk pada keterangan Malikiyah yang tercantum dalam Ensiklopedi Fiqih. Yaitu darah yang keluar dari kemaluan karena melahirkan dalam kondisi sehat dan normal. Baik keluar setelah melahirkan (malikiyah sepakat akan hal ini) atau ketika proses melahirkan (menurut pendapat mayoritas malikiyah).

nifas

Nifas merujuk pada darah yang keluar dari kemaluan melahirkan secara nirmal. Bagaimana jika sang ibu melahirkan bayinya melalui operasi caesar?  Apakah sang ibu juga akan menjalani masa nifas?. Dan bagaimana hukum nifas wanita yang menjalani operasi caesar menurut Islam?

Apakah Yang Dimaksud Dengan Nifas Wanita Operasi Caesar

Operasi ceasar yang merupakan penggantian proses melahirkan secara normal melalui faraji atau vagina ibu. Tujuan operasi caesar sama dengan melahirkan secara normal yakni. Melahirkan bayi dalam kandungan dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan anak. Konsekuensinya operasi caesar dalam islam sama dengan hukum melahirkan tanpa operasi. Hal ini didasarkan pada kaidah fiqih yaitu “Hukum pengganti sama dengan hukum yang digantikan”. Baca juga istri menfkahi keluarga

Hukum Nifas Karena Operasi Caesar

Hukum nifas ada empat hukum yang arus di pahami terkait dengan darah wnaita. Yang melahirkan dengan cara operasi caesar yang juga akan berkaitan dengan hukum nifasnya wanita yang menajlani operasi caesar.

  • Jika dia tidak mendapati darah keluar dari kemaluannya maka dia bukan. Seorang wanita yang nifasnya, melainkan hanya wanita yang terluka akibat operasi.
  • Wanita yang melahirkan dan tidak melihat darah keluar baik saat persalinan atau setelahnya –  sama saja. Proses persalinannya normal atau dengan cara operasi – maka dia adalah wanita yang suci sehingga berlaku bagiannya hukum-hukum wanita suci.
  • Proses melahirkan dengan cara operasi tetap dianggap sebagai berakhirnya iddah.
  • Jika dia mendapati darah keluar dari kemaluannya maka dia wanita yang nifasnya. Karena darah nifas adalah darah yang keluar dari Rahim dengan sebab melahirkan. Dalam Fatwa Islam dinyatakan,“Nifas adalah darah yang keluar karena proses melahirkan. Baik normal maupun karena operasi caesar.” (Fatwa Islam No. 107045)

Dapat disimpulkan bahwa wanita yang melahirkan secara caesar nifasnya sama dengan wanita yang melahirkan secara normal. Hukum syariat ini lebih menekankan pada lahirnya si bayi bukan pada proses kelahirannya. Baca juga menceritakan masalah

Masa Nifas wanita Menurut Islam

Tidak ada kesamaan penapat antara ulama yang terkait dengan batasan nifasnya. Imam Atha As-Syabi dan Aisyah berpendapat. Bahwa batas maksimal nifasnya adalah 60 hari, meskipun sebagian besar ulama menyatakan. Bahwa lamanya nifas adalah 40 hari, Ibnu Rusyd dalam Kitab Bidayatul Mujtahid menyatakan,

“Batas maksimal nifas, Imam Malik suatu kali pernah mengatakan 60 hari, namun ia meralat perkataannya dan mengatakan. ‘Tentang hal itu ditanyakan kembali pada para wanita’. Mayoritas pengikutnya mengikuti perkataan yang pertama, begitu pula yang dikatakan Imam As-Syafi’i. Mayoritas ulama dari kalangan sahabat berpendapat maksimalnya 40 hari, begitu pula yang dikatakan Imam Abu Hanifah.” (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid)

Para ulama yang berpendapat bahwa masa nifasnya adalah 40 hari didasarkan pada salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Dari Ummu Salamah ia berkata,

“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, perempuan-perempuan yang nifas duduk berdiam diri (menunggu masa nifas) selama empat puluh hari. Dan kami membersihkan wajah kami dari kotoran dengan wars (semacam tumbuh-tumbuhan wangi).”(HR. Ibnu Majah)

Sementara itu, al-Imam at-Tirmidzi rahimahullah mengatakan,

“Para ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, para tabi’in, dan generasi sesudahnya telah sepakat bahwasannya wanita. Yang mengalami nifas meninggalkan shalat 40 hari kecuali bila sebelum 40 hari. Sudah melihat suci maka dia wajib mandi dan shalat. Apabila dia masih melihat darah keluar setelah 40 hari, maka mayoritas ahli ilmu menyatakan bahwa dia tidak boleh meninggalkan shalat. Inilah pendapat mayoritas ahli fiqih.” (Sunan at-Tirmidzi)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah memberikan penjelasan ringkas dan menyeluruh mengenai hal ini. Beliau menjelasakan:

لنفاس هو الدم النازل لأجل الولادة 

سواء كانت طبيعية أو قيصرية 

بل إذا أسقطت المرأة جنينا متخلقا أي ظهر فيه

رأس أو يد أو رجل ، وهذا إنما يكون بعد ثمانين

يوما من الحمل ، فالدم النازل لذلك دم نفاس .

“Nifas adalah darah yang keluar karena proses melahirkan. Baik itu secara normal maupun dengan operasi caesar. Bahkan jika seorang wanita keguguran dan janinnya sudah terbentuk rupa misalnya nampak bentuk kepala, tangan atau kaki. Dan biasanya jika janin sudah berumur lebih dari 80 hari kehamilan. Maka darah yang keluar (dari keguguran) adalah darah nifas.”