Hukum Berbelanja Online Dengan Potongan Gratis Ongkir

Kemajuan dari teknologi ini sangat memudahkan segalanya bagi kita dan jika dulu kita harus keluar rumah untuk bisa mendapatkan sesuatu. Sekarang semuanya bisa kita dapatkan dengan mudah hanya dengan memesan melalui aplikasi dalam smartphone. Kemudahan ini bukan hanya memberikan kemudahan dalam mendapatkan barang tapi banyak sekali keuntungan lain yang sangat menarik. Salah satunya tawaran yang sangat menarik ini ialah grtis ongkir, dengan adanya geratis ongkir ini tentu saja membuat banyak. Orang semakin tertarik untuk berbelanja karena tidak perlu memberikan biaya tambahan. Namun bagaimana hukumnya gratis ongkir dalam islam.

gratis ongkir

Rekening Bersama Dalam marketplace

Fenomena marketplace atau situs jual beli online memang memjadi bahasan para ulama belakangan ini. Karena hal ini sangat berkaitan dengan adanya rekening bersama yang digunakan untuk menampung dana pembeli sebelum di serahkan ke penjual. Rekening bersama yang di gunaakan oleh pembeli untuk mentransfer uang di bangun dengan tujuan melindungi pembeli itu sendiri. Dengan tujuan melindungi transaksi agar tetap aman, jadi rekening bersama ini di bangun oleh marketplace. Serta di anggap halal karena hal ini juga pernah di lakukan pada masa yang lampau.

Salman memiliki khadim yang ditugaskan untuk mengantar jemput tulang. Sebagai kehati-hatiannya dan untuk menghindari prasangka, ia pun selalu menghitung tulang tersebut. Di masa lalu, Al Urraq biasa diperjual belikan.

Dari Salman Al Farisi, beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Saya menghitung jumlah tulang kering (Al Urraq) yang dikirim oleh pembantuku, karena khawatir muncul sangkaan yang tidak diinginkan.” (Al Adab Al Mufrad, hadits no. 168).

Kembali lagi kepada rekening bersama yang di buat oleh marketplace, yang bertujuan untuk. Mengumpulkan dana dari pembeli untuk di setorkan kepada penjual setelah barang di kirim oleh penjual.

Uang Dalam Rekening Bersama Adalah Titipan

Dan dengan melihat alur maka dapat di ketahui bahwa posisi marketplace hanyalah sebagai perantara. Antara penjual dan pembeli serta tidak memiliki hak uang yang di kirimkan oleh pembeli sama sekali.

Uang yang ditranfer ke dalam rekening bersama adalah uang titipan yang sifatnya haruslah dijaga dengan baik. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya”. (Surat an Nisaa/4: 58). Baca juga menyebar hoax

Hukum Gratis Ongkir Dilihat Dari Sumber Dana

Dalam sebuah hadits dari al Hasan, dari Samurah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْـتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya), dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu”. [Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dan Ahlus Sunan]

Dari dalil tersebut dapat disimpulkan bahwa uang yang ditransfer oleh pembeli ke rekening. Bersama adalah titipan sehingga tidak boleh digunakan oleh pihak marketplace. Maka dari itu program yang di berkan oleh marketplace seperti potongan harga. Atau gratis ongkir tidak boleh di ambil dari uang dalam rekening bersama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِطِيْبِ نَفْسٍ مِنْهُ

“Tidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya.” (HR. Abu Dawud dan Daruquthni, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 7662). Baca juga Menutup aurat

As Saa’ib bin Yazid meriwayatkan dari bapaknya bahwa Nabi SAW bersabda:

لَا يَأْخُذْ أَحَدُكُمْ عَصَا أَخِيهِ لَاعِبًا أَوْ جَادًّا، فَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا إِلَيْه

“Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil tongkat saudaranya baik main-main maupun serius. Jika salah seorang di antara kamu mengambil tongkat saudaranya, maka kembalikankah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan ia menghasankannya. Hadits ini dihasankan pula oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud dan Shahih At Tirmidzi)

Jika ongkir di grtaiskan tidak berasal dari uang yang ada dalam rekening bersama maka hukumnya halal. Meskipun jika di ambil dari rekening bersama maka hukumnya dalah haram karena berarti mengambil hak orazng dan menzalimi orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

,مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَىْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ 

,قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ 

وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ » .

“Barangsiapa yang pernah menzalimi seseorang baik kehormatannya maupun lainnya. Maka mintalah dihalalkan hari ini, sebelum datang hari yang ketika itu tidak ada dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, maka diambillah amal salehnya sesuai kezaliman yang dilakukannya. Namun jika tidak ada amal salehnya, maka diambil kejahatan orang itu, lalu dipikulkan kepadanya.” (HR. Bukhari). Baca juga ragu mengambil keputusan