Tata Cara Mengerjakan Sholat Dhuha Yang Lengkap

Dalam agama islam selain mengerjakan sholat wajib umat islam juga di anjurkan untuk mengerjakan Sholat Sunnah. Sholat sunnah ini ada beberapa macam salah satunya adalah sholat dhuha. Sholat ini juga sangat di kenal dengan sholat sunnah untuk memohon rezki dari Allah SWT. Sholat Dhuha juga di kerjakan pada waktu setelah terbit matahari hingga menjelang masuk waktu dhuhur. Ciri – ciri waktu sholat dhuha ini di mulai dari matahari yang mulai muncul dan naik kurang lebih sepenggelah.

sholat Dhuha

Dan berakhir sedikit menjelang masuknya waktu sholat dhuhur. Akan tetapi lebih baik dilakukan atau di sunnahkan untuk di kerjakan ketika matahari agak tinggi dan panas juga mulai terik. Sedangkan bacaan surat pendek yang di baca ketika sholat dhuha adalah. Di sunnahkan membaca surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Al-Lail pada rakaat kedua. Melakukan sholat dhuha ini bisa dua rakaat dengan satu kali salam.

Menurut Pendapat Mengenai Sholat Dhuha

Untuk jumlah maksimalnya, setiap pendapat dari masing – masing ulama tentunya berbeda – beda. Ada yang berpendapat maksimal mengerjakan sholat dhuha adalah 8 rakaat. Ada juga yang mengatakan 12 rakaat, dan ada juga yang mengatakan bahwa tidak ada jumlah maksimal dalam mengerjakan sholat dhuha.

Dengan adanya perbedaan tersebut, kita tidak perlu bingung untuk memilih mana yang benar. Karena Allah SWT tentunya menyukai hamba-Nya yang memperbanyak ibadah dan juga tidak melarang.

Waktu Sholat Dhuha

Untuk waktu sholat dhuha sejak matahari naik hingga condong ke arah barat. Yang artinya di Indonesia, waktu shalat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit. Setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dhuhur. Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir. Terasa panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ

. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)

Tata Cara Sholat Dhuha

Untuk anda yang menginginkan untuk mengerjakan sholat dhuha akan tetapi anda belum mengetahui tata cara sholat dhuha. Berikut adalah tata cara mengerjakan sholat dhuha.

  • Pertama yang harus anda lakukan adalah membaca niat, niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

ﺃﺻَﻠِّﻲ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﻀُﺤَﻰ ﺭَﻛَﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌﺎﻟﻰَ

“Usholli sunnatatd-dhuha rak’ataini lillahi ta’alaa”.

Yang artinya “aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala”. Perlu diingat shalat dhuha ini dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat dan dilakukan secara munfarid (tidak berjamaah). Bacaan niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.

  • Selanjutnya membaca doa iftitah, surat al-fatihah, dan membaca salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an. Tetapi lebih diutamakan membaca surat Adh-Dhuha, Asy-Syamsu, Al-Lailu, dan Surat Asy-Syarh.

Bacaan DOA IFTITAH (Sunah)

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila.

Artinya : “Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya, segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.”

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Inni Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya : “Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit. Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik. Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta. Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.”

Membaca Suruat Al Fatihah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmaanirrahiim

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya :Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Memnaca Surat Atau Ayat – Ayat Al-Qur’an

Kemudian anda membaca surat al-quran telah membaca al-fatihah, dan kali ini contohnya surat

وَالضُّحَىٰ ﴿الضحى

وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ﴿الضحى

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ﴿الضحى

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُوْلَىٰ ﴿الضحى

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ ﴿الضحى

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَـَٔاوَىٰ ﴿الضحى

وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ ﴿الضحى

وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ ﴿الضحى

فَأَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿الضحى

وَأَمَّا السَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿الضحى

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿الضحى

Wadhdhuhaa. Wallaili idzaa sajaa. Maa wadda’aka robbuka wamaa qolaa. Walal aakhirotu khoirul laka minal uulaa. Walasaufa yu’thiika robbuka fatardhoo. Alam yajidka yatiimang fa-aawaa. Wawajadaka dhoollang fahadaa. Wawajadaka ‘aa-ilang fa-aghnaa. Fa-ammal yatiima falaa taqhar. Wa-ammas saa-ila falaa tanhar. Wa-ammaa bini’mati robbika fahaddits

Artinya: Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalan), dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad), dan tidak (pula) membencimu, dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).  Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya). Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

  • Lalu melakukan ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.

اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Lalu badan membungkuk, kedua tangan menggengam lutut, mata memandang tempat sujud, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih – 3x (Tiga Kali)

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”

  • Selanjutnya I’tidal dan membaca bacaannya.

I’tilad yaitu bangun dari ruku untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan.

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه

sami’allahu liman hamidah

Artinya : “Allah mendengar orang yang memuji-Nya”.

Saat i’tidal, Mata memandang tempat sujud dan membaca doa i’tidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi. Dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.

اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu”akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Dengan kedua lutut terlebih dahulu taitu meletakan dahi dan hidung. Kemudian kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki menempel di lantai ( tempat sholat), kemudain membaca doa.

Bacaan Doa SUJUD dalam Sholat

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x

  • Lalu duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.

اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Duduk diantara dua sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku. Berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

  • Setelahnya sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.

اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Meletakkan Dahi, Hidung, Kedua Telapak Tangan dan Kedua Kaki menempel di lantai (Tempat Sholat), kemudian membaca doa :

Bacaan Doa Sujud dalam Sholat

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x

Dianjurkan untuk duduk terlebih dulu Iftirasy tenang [HR. Bukhari 798, Abu Dawud 844] serta boleh mengepalkan tangan atau membuka tangan dengan jari menghadap arah kiblat dan menekan lantai [HR. Bukhari]/ Dipaha[HR. Abu Dawud] untuk mendorong tubuh berdiri tegak (bangkit dari sujud).

  • Selanjutnya lakukan rakaat kedua seperti cara rakaat pertama tanpa membaca niat dan doa iftitah.
  • Lalu kerjakan tasyahud akhir.

Setelah sujud yang ke dua kemudian melakukan Doa Tahiyat akhir dengan cara duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahhud Akhir ini hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya. Yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak. Hendaklah tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang, dan banyak muslim di Indonesia. Yang menegakkan jari telunjuk ketika saat mulai membaca bagian kalimat asyhadu an laa ilaaha illallah. Terdapat pendapat lain yang menerangkan menegakkan jari telunjuk dimulai dari awal tasyahhud (Atahiyat)

Doa Bacaan Sholat – TASYAHUD AKHIR

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah.”

Ketika melakukan Tasyahhud Akhir maka kemudian berikutnya membaca Shalawat, yang lebih sempurna yaitu Shalawat Ibrahimiah :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ إِبْرَاهِيْمِ

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ، كََمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ إِبْرَاهِيْمِ . فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin. Kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada keluarga Muhammad. Sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. Sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).

  • Yang terakhir salam dua kali.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan: “ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH. ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH (Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu)

  • Seusai salam, dianjurkan untuk berdzikir lalu membaca do’a setelah sholat dhuha.

Doa Sholat Dhuha

للهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ

وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA. WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU. WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA. WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya :

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu. Kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah. Apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku. Apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Sholat dhuha ini merupakan salah satu dari keutamaan sholat dhuha dimana anda lebih mudah meminta. Agar Allah bukakan pintu rezeki sesuai dengan hadis berikut. “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat. Pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya” (HR.Hakim dan Thabrani).

Keutamaan Sholat Dhuha

Mengerjakan sholat duha memiliki banyak seklai manfaatnya, dan berikut keutamaan dalam sholat dhuha.

Sholat Dhuha Sebagian dari Sedekah

Sholat Dhuha dapat menjadi sedekah sesuai dengan hadist berikut. Dari Abu Dzar Al – Ghifari RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda.

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah. Menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”(HR. Muslim)

Pahalanya Yang Setara Dengan Pahala Umrah

Mengerjakan Sholat Dhuha tentunya akan mendapatkan pahala. Pahala dari sholat dhuha setara dengan pahala mengerjakan umrah. Sesuai dengan isi hadist dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah”. (Shahih al-Targhib : 673)

Dibangunkan Sebuah Rumah Di Surga

Untuk yang rajin mengerjalan sholat dhuha maka akan mendapatkan sebuah rumah yang di bangun di dalam surga. Karena hal ini sesuai dengan isi hadist Nabi Muhammad SAW. “Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya. Maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ : 634)