Cara Sholat Sunnah Pengantin Berjamaah Dua Rakaat

Untuk anda yang akan menikah atau sebentar lagi akan menikah, pernikahan ini adalah babak baru dari kehidupan anda. Dan awal dari kebahagiaan dan kebersamaan, hendaknya dua insan yang telah terikat. Di dalam suatu janji pernikahan, membangun kehidupan rumah tangga dengan kebaikan. Untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang hakiki ini adalah semua berdasarkan. Karena cinta kepada Allah hanya mengharapkan wajahnya. Sebaiknya anda melakukan sholat sunnah pengantin terlebih dahulu ketika mau melakukan jimak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika pada suatu hari kamu menikah. Maka hendaklah pertama kali yang harus ditegakkan bersama adalah taat kepada Allah”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir VII:209/1-2 dari Salman dan dari Ibnu ‘Abbas).

sholat sunnah pengantin

Menurut Dr. Wahbah Az-Zuahili dalam kitab fiqhul islam wa Adillatuhi, khlawah adalah berkumpulnya istri dan suami setelah akad nikah yang sah. Di suatu tempat yang memungkinkan bagi keduanya untuk bermesraan secara leluasa. Dan keduanya merasa aman atau terjamin dari datangnya seseorang kepada mereka berdua.

Ternyata malam pertama bukanlah tindakan bebas semau pengantin sendiri. Ada sejumlah tuntunan yang disunnahkan untuk dilakukan pada malam pertama tersebut. Jika pengantin perempuan sudah mendahului berada di kamar, pihak laki-laki mengetuk pintu perlahan-lahan. Sembari mengucapkan salam yang lembut bagi istrinya yang telah menunggu di dalam. Segera suami masuk ke dalam kamar dan melakukan hal-hal berikut ini.

Sholat Sunnah Pengantin Memegang Ubun – Ubun Pengantin Perempuan

Pada malam pertama, dituturkan kepada pengantin lelaki agar meletakan tangannya. Pada ubun – ubun pengantin perempuan untuk mendoakannya, Rasulullah Saw bersabda:

“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak. Maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta doakanlah dengan doa berkah”. Hadits Riwayat Abu Dawud no. 2160, Ibnu Majah no. 1918, al-Hakim II/185 al-Baihaqi VII/148.

Mendoakan Pengantin Perempuan

Sambil meletakkan tangan di ubun – ubun istri, suami di anjurkan membaca doa untuk keberkahan istri. Atapun doa yang di baca adalah

Allahumma inni as-aluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha alaih, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma jabaltaha alaih. Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.” Hadits Riwayat Abu Daud, no. 2160; Ibnu Majah, no. 1918. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Sholat Sunnah Pengantin

Dianjurkan bagi kedua mempelai untuk mengerjakan sholat sunnah Pengantin dua rakaat suami menjadi imam. Dan istri menjadi makmum, Syaikh Al-Albani menyatakan, “Hal itu telah ada sandarannya dari ulama Salaf yakni Sahabat dan Tabi’in”.

Di antara sandarannya adalah hadits dari Abu Sa’id, ia berkata: “Aku menikah ketika aku masih seorang budak. Ketika itu aku mengundang beberapa orang Shahabat Nabi, di antaranya ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr dan Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhum. Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami shalat. Tetapi mereka berkata: ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak’ Ia (Abu Dzarr) berkata: ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar,’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka shalat ketika itu aku masih seorang budak.

Selanjutnya mereka mengajariku, ‘Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua raka’at. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kamu berdua.” Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (X/159, no. 30230 dan ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191-192).

Membaca Doa Setelah Sholat Sunnah Pengantin

Berdasarkan hadits dari Abu Waail, ia berkata, “Seseorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu. Lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku’. ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka’at di belakangmu. Lalu berdo’alah:

“Allahumma baarikli fi ahli, wa baarik lahum fi, Allahummarzuqni minhum, warzuqhum minni. Allahummajma’ bainana maa jama’ta ila khair, wa farriq bainana idza farraqta ila khair. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan”. Hadits Riwayat ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf VI/191, no. 10460, 10461.

Bagaimana Wanita Yang Sedang Haid di Malam Pertama?

Seorang istri yang sedang haid maka tidak di perbolehkan untuk sholat ataupun berpuasa. Dan apabila ia telah suci makan ia wajib mengqodho puasa yang wajib dan tidak di wajibkan mengqodho sholat. Tidaklah mengapa jika suaminya mencumbui istrinya tanpa melakukan hubungan badan (jima’). Karena jima’ tidak boleh dilakukan ketika sedang haid. Akan tetapi ia boleh mencumbui istrinya dari selain kemaluannya dengan syarat ia mampu menahan dirinya. Dan ia tidak boleh berjima’ ketika sedang haid karena hal itu diharamkan oleh Allah. Jadi kami menasihati anda agar tidak berhubungan badan hingga istri suci dari haidnya.

Tidak diwajibkan suami istri di malam pengantin baru melaksanakan sholat sunnah Pengantin dua rakaat akan tetapi dianjurkan.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ibnu Abu Syuhaibah dari Ibnu Mas’ud. Jika seorang istri sedang haid, maka disyariatkan bagi suami agar shalat dua raka’at. Dan jika seorang istri dalam keadaan suci maka ia shalat bersama suaminya. Kemudian sang suami memberikan nasihat kepada istrinya dan berdoa dengan doa yang terkenal,

اَللَّهُمَّ إِنِي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau berikan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang engkau berikan kepadanya.” (HR. Abu Daud, hasan).

Dalil Disyari’atkan

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id, budak Abu Usaid, dia berkata:

Saya bernikah sedangkan pada saat itu saya masih sebagai budak. Saya mengundang beberapa orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah. Kemudian solat pun didirikan. Lalu Abu Dzar bangkit dan maju ke depan untuk menjadi Imam. Para hadirin menyuruh saya maju: Engkau saja. Saya bertanya kepada mereka: Apakah saya layak menjadi imam? Serentak mereka menjawab: Ya. Kemudian saya maju ke depan untuk menjadi Imam padahal ketika itu saya masih berstatus sebagai seorang budak. Mereka mengajarkan kepada saya seraya berkata:

إِذَا دَخَلَ عَلَيْكَ أَهْلَكَ فَصَلَّ رَكَعَتَيْنِ ثُمَّ سَلِ الله مِنْ خَيْرِ مَا دَخَلَ عَلَيْكَ وَتَعَوَّذْ بِهِ مِنْ شَرِّهِ

ثُمَّ شَأْنكَ و شَأْنُ أَهْلِكَ

Maksudnya:

Kalau engkau masuk menemui isterimu, solatlah bersamanya dua rakaat kemudian mohonlah kepada Allah kebaikannya dan mohonlah perlindungan dari kejahatannya. Sesudah itu terserahlah kepada engkau dan isterimu. Hadis riwayat Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, jilid 5, ms. 50. Baca juga sholat sunnah tasbih

Diriwayatkan oleh Syaqiq, dia berkata:

Telah datang seorang lelaki bernama Abu Huraiz, dia berkata: Saya telah mengahwini seorang wanita jariah. Yang masih muda (perawan) dan saya khuatir dia akan membangkitkan kemarahan saya. Maka ‘Abdullah (iaitu Ibnu Mas’ud) menjawab:

إِنَّ الإِلْفَ مِنَ الله وَالْفِرْكُ مِنَ الشَّيْطَانِ يُرِيْدُ أَنْ يُكَرِّهَ إِلَيْكُمْ أَحَلَّ اللهُ لَكُم.

فَإِذَا أَتَتْكَ فَأُمُرْهَا أَنْ تُصَلِّيَ وَرَاءَكَ رَكَعَتَيْنِ. 

Maksudnya:

Kerukunan itu datangnya daripada Allah dan kemarahan itu datang dari syaitan. Ia (syaitan) menginginkan kamu membenci apa yang dihalalkan oleh Allah kepada mu. Oleh itu sekiranya isteri kamu sedang menghampiri mu (untuk berjimak), perintahkanlah dia untuk solat dua rakaat di belakangmu. Hadis riwayat Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, jilid 5, ms. 50 dan ‘Abdurrazaq dalam al-Mushannaf, no: 10462.

Di dalam riwayat yang lain Ibnu Mas’ud mengajarkan doa yang perlu dibaca setelah solat tersebut.

‘Abdullah (yakni Ibnu Mas’ud) berkata untuk mengucapkan:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ

اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ بِخَيْرٍ, وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَقْتُ إِلَى خَيْرِ

Maksudnya:

Ya Allah, berikanlah berkat kepada ku melalui keluargaku dan berikanlah berkat kepada mereka melalui diriku. Ya Allah, satukanlah kami selama dalam persatuan itu mengandungi kebaikan dan pisahkanlah kami jika perpisahan itu menuju kebaikan. Hadis riwayat Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, jilid 5, ms. 50 dan ‘Abdurrazaq dalam al-Mushannaf, no: 10460 – 10461

Walaupun menerusi riwayat-riwayat di atas anjuran untuk mengerjakan solat sebelum jimak ini hanya bersumber daripada para sahabat sahaja. Namun riwayat tersebut berhukum marfu’ kerana para sahabat tidak akan melakukan sesuatu ibadah bersandarkan. Kepada pendapat peribadi melainkan ianya telah dicontohkan daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Apatah lagi tindakan para sahabat tersebut tidak dibantah oleh para sahabat lain. Baca juga sholat sunnah rawatib

Tata Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Pengantin

Ringkasan tatacara mengerjakan solat sebelum berjimak

Rakaat Pertama

  • Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat sunat sebelum berjimak
  • Takbiratul Ihram
  • Doa Iftitah
  • Membaca surah al-Fatihah
  • Membaca Surah al-Qur’an
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud
  • Duduk antara dua sujud
  • Sujud kali kedua
  • Bangun untuk rakaat kedua

Rakaat Kedua

  • Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)
  • Duduk untuk tahiyyat akhir
  • Memberi salam ke kanan dan ke kiri