Hukum Melaksanakan Sujud Syukur Di Dalam Islam

Sering kita lihat jika seseorang mendapatkan sesuatu atau memenangkan sesuatu maka ia melakukan sujud syukur. Sujud syukur dilakukan oleh seseorang apabila ia mendapati kenikmatan kegembiraan dan keselamatan dari bencana. Itulah hebatnya muslim Sujud syukur adalah wujud bersyukurnya umat muslim. Sujud syukur adalah ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat atau kegembiran yang telah diperoleh.

Hukum Sujud Syukur

Sujud Syukur

Dalam hal ini jumhur ulama sependapat ikhwal sunatnya mengerjakan Sujud Syukur. Dalil disyari’atkannya syukur adalah hadits shahih dalam ayat berikut ini.

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم

.أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika beliau mendapati hal yang menggembirakan. Atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala. (HR. Abu Daud).

Tata Cara Sujud Syukur

Tata cara dari sujud syukur ini sangat di anjurkan atau sunnah untuk menghadap kiblat. Dan juga dalam kedaan suci itu sangat baik, meskipun hal tersebut juga tidak dianjurkan. Karena sujud syukur berbeda dengan sujud saat shalat.

Dalam kitab Fat-hul ‘Allam disebutkan bahwa, Syaukani berkata:“Dalam sujud Syukur tidak terdapat. Sebuah hadits pun yang menjelaskan bahwa untuk melakukannya itu disyaratkan berwudhu, suci pakaian dan tempat”. Baca juga menyebar hoax

Dalam Fiqh Sunnah disebutkan, syukur disunnahkan dalam dua kondisi diantaranya:

  • Mendapat Kebahagiaan

Ketika seseorang mendapat anugrah dari sang maha kuasa, nikmat, rezeki dan juga kebahagiaan. Alangkah baiknya anda untuk mengucap syukur dan melakukan sujud syukur dengan apa yang di peroleh. Baca juga memaksa anak perempuan menikah

  • Mendapat Musibah

Ketika seorang mendapatkan selamat dari bencana yang menimpanya itu adalah wujud kasih sayang Allah terhadap hambanya hendaklah ia bersyukur.

Diriwayatkan dari Abu Bakrah, Nabi Muhammad Saw bahwasanya apabila mendapatkan sesuatu yang disenangi. Atau diberi kabar gembira, segeralah tunduk bersujud syukur sebagai tanda syukur kepada Allah Swt.

Baihaqi meriwayatkan dengan sanad menurut syarat Bukhari : “Bahwa Ali Bin Abi Thalib . ketika menulis surat kepada Rasulullah SAW.

Untuk memberitahukan masuk Islamnya Suku Hamdzan, beliau pun sujud dan setelah mengangkat kepalanya lalu bersabda: ”Selamat sejahtera atas Suku Hamdzan! Selamat sejahtera atas Suku Hamdzan”

Dari Abdurrahman bin ‘Auf yaitu : “Bahwa Rasulullah SAW. pada suatu hari keluar dan saya mengikutinya sampai kami tiba di Nakhl. Beliau lalu sujud dan lama sekali sujudnya itu hingga saya takut kalau-kalau Allah akan mendatangkan ajalnya di sana.

Saya lalu datang mendapatkannya, tiba-tiba beliau mengankat kepala dan bertanya: ‘Mengapa wahai Abdurrahman?’ Saya menceritakan perasaan saya tadi, maka beliau pun bersabda :

”Sesungguhnya Jibril a.s. datang kepadaku tadi dan berkata: Sukakah Anda kuberi kabar gembira? Sesungguhnya Allah berfirman kepada Anda: Barang siapa membacakan shalawat padamu, maka Aku akan memberinya rahmat . Dan barang siapa membacakan salam kepadamu, maka Aku akan memberinya keselamatan. Oleh karena itu saya sujud sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

Bolehkan Perempuan Haid Melakukan Sujud Syukur?

:عن أبِي بكرة، عن النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ”

Dari Abu Bakrah, bahwa Nabi Saw apabila menerima kabar baik yang membahagiakan beliau bersujud untuk bersyukur kepada Allah. Baca juga potongan gratis ongkir

Menurut Ulama

Adapun jumhur ulama dalam hal ini syafi’iyyah, hanabilah dan dhahiriyah yang menyebut bahwa sujud syukur adalah sunnah.

Alquran dengan lafad yang umum menyebut tentang pensyariatan sujud dalam surah al-Hajj ayat 77 disebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا
وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman rukuklah kalian, sujudlah kalian, beribadahlah kepada Tuhan kalian. Serta lakukanlah kebaikan agar kalian beruntung”. Ayat ini menurut jumhur ulama merupakan ayat yang umum, di dalamnya termasuk sujud syukur.

surah al-Shad ayat 24 tentang Nabi Dawud yang bersujud merupakan bentuk rasa syukur Nabi Dawud karena taubatnya diterima. Disebutkan dalam Alquran:

وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ (ص: 24)

“Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

Banyak hadis yang menyebutkan tentang kesunahan sujud syukur, di antaranya:

ما رواه أبو داود في سننه عن النبي صلى الله عليه
،وسلم قَالَ: (إنِّي سَأَلتُ رَبِّي وَشَفَعتُ لأُمَّتِي
،فَأَعطَانِي ثُلُثَ أُمَّتِي فَخَرَرتُ سَاجِدًا شُكرًا لِرَبِّي
ثُمَّ رَفَعتُ رَأسِي فَسَأَلْتُ رَبِّي لأُمَّتِي فَأَعطَانِي ثُلُثَ أُمَّتِي فَخَرَ
رتُ سَاجِدًا لِرَبِّي شُكرًا، ثُمَّ رَفَعتُ رَأسِي، فَسَأَلتُ
رَبِّي لأُمَّتِي فَأَعطَانِي الثُّلُثَ الآخِرَ فَخَرَرتُ سَاجِدًا لِرَبِّي.

Nabi Saw bersabda: “Ketika aku meminta kepada Tuhanku untuk memberi syafaat kepada umatku. Kemudian Ia memberikannya untuk sepertiga umatku, maka aku bersujud kepada Tuhanku sebagai wujud rasa syukur. Kemudian aku mengangkat kepalaku dan meminta untuk kedua kalinya, lalu Dia memberikannya kembali untuk sepertiga lainnya, maka aku sujud kembali. Kemudian aku mengangkat kepalaku dan meminta untuk kedua kalinya, lalu Dia memberikannya kembali untuk sepertiga lainnya, maka aku sujud kembali.