Hukum Ziarah Kubur Dan Mencium Patok Kuburan Menurut Islam

Ziarah kubur adalah salah satu amalan yang disyaratkan di dalam islam. Dari Buraidah Ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

“Dahulu aku melarang kalian dari ziarah kubur, maka sekarang berziarahlah.” (HR. Muslim)

ziarah

Menurut hadist di atas hukum ziarah kubur disyariatkan bagi lelaki dan wanita. Hukum ziarah kubur wanita meskipun di perbolehkan yang hendaknya tidak dilakukan sering – sering. Hal ini didasarkan atas pendapat sejumlah ulama seperti Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, Al ‘Aini, Al Qurthubi, Asy-Syaukani. Ash-Shan’ani, dan lain-lain. Baca juga menyampaikan kebenaran

Mengapa Harus Ziarah Kubur?

Berziarah kubur ini yang dapat mendatangkan beberapa manfaat atau hikmah. Adapun hikmah ziarah kubur di antaranya adalah mengingatkan akan kematian. Melebutkan hari, membuat air mata menangis, mengambil pelajaran dan membuat zuhud terhadap dunia. Rasulullah SAW berdabda.

“Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah. Dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan al hujr.” (HR. Al Hakim, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani)

Selain dapat mendatangkan manfaat bagi peiarah, ziarah kubur juga dapat menatangkan. Manfaat bagi mayit di antaranya mayit di beri salam oleh peziarah di doakan. Oleh peziarah dan memohon ampunnya oleh peziarah dari Aisyah radhiyallahu’anha

“Nabi pernah keluar ke Baqi’, lalu beliau mendoakan mereka. Maka ‘Aisyah menanyakan hal tersebut kepada beliau. Lalu beliau menjawab : “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk mendoakan mereka.” (HR. Ahmad). Baca juga parfum lelaki

Adab Melakukan Ziarah Kubur

Ketika kita berziarah kubur ada beberapa adab ziarah atau tata cara iarah kubur yang harus di perhatikan. Agar ziarah yang dilakukan benar benar menjadi amalan shalih. Salah satunya adalah dengan tidak berlebih-lebihan ketika melakukan ziarah kubur. Rasulullah SAW bersabda

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ ؛ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ 

“Waspadalah kalian pada sikap berlebih-lebihan. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian disebabkan berlebihan dalam urusan agama.” (HR. Ahmad). Baca juga menceritakan masalah

Pendapat Ulama Tentang Hukum Mencium Kuburan Menurut Islam

Para ulama berpendapat bahwa yang termasuk tindakan berlebihan ketika ziarah kubur salah satunya adalah mencium kuburan. Mencium kuburan dipandang sebagai tindakan bid’ah munkarah yakni bid’ah yang terlarang. Secara syara’ dan merupakan tindakan yang biasa dilakukan oleh kaum nasrani. Karena itu, mencium kuburan hendaknya dihindari oleh umat Islam. Imam Abu al-Hasan al-Marzuki berkata,

“Mengusap dan mencium kuburan seperti yang dilakukan oleh orang awan saat ini adalah tergolong bid’ah munkarah secara syara’. Hendaknya untuk dihindarkan dan dicegah orang yang melakukan hal ini.” (Syeikh Abu Zakaria Yahya an-Nawawi, al-Majmu-ala Syarh al-Muhadzab)

Dan dalam kitab Mauidzah al-Mu’minin dijelaskan bahwa,

وَالْمُسْتَحَبُّ فِي زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَنْ يَقِفَ مُسْتَدْبِرَ
الْقِبْلَةِ مُسْتَقْبَلًا لِوَجْهِ الْمَيِّتِ ، وَأَنْ يُسَلِّمَ وَلَا يَمْسَحَ
الْقَبْرَ وَلَا يَمَسَّهُ وَلَا يُقَبِّلَهُ ، فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَادَةِ النَّصَارَى

“Hal yang disunnahkan salam ziarah kubur adalah berpaling dari arah kiblat dengan menghadap pada wajah mayit; mengucapkan salam pada mayit; tidak mengusap, menyentuh, dan mencium kuburan karena. Hal tersebut adalah bagian dari tradisi kaum nasrani.”(Muhammad Jamaluddin bin Muhammad Said bin Qasim al-Hallaq, Mauidzah al-Mu’minin).

Bagaimana Jika Yang Dicium Adalah Kuburan Orang Shaleh

Dalam kitab al-Ilal wa Ma’rifat ar-Rijal dijelaskan bahwa,

سألته عن الرجل يمس منبر النبي صلى
الله عليه و سلم ويتبرك بمسه ويقبله
ويفعل بالقبر مثل ذلك أو نحو هذا يريد بذلك
التقرب إلى الله جل وعز فقال لا بأس بذلك 

“Aku bertanya padanya (ayahku, Ahmad bin Hanbal) tentang lelaki yang mengusap mimbar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ber-tabarruk dengan mengusap dan mencium mimbar tersebut, lalu ia melakukan hal. Yang serupa pada kuburan dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah SWT. Ia pun menjawab, ‘hal tersebut tidakmasalah.’” (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Ilal wa Ma’rifat ar-Rijal).

Dari ulasan singat di atas yang dapat di simpulkan bahwa hukum mencium kuburan yang menurut islam. Adalah larangan kecuali jika di tunjukan untuk bertabaruk yakini terbatas pada makam orang shaleh